Senin, 20 Februari 2012

Perbankan Hentikan Gadai Emas

[imagetag] image

INVESTASI EMAS: Pegawai Perum Pegadaian Kanwil XII Jateng sedang melayani produk emas logam mulia di Jalan Ki Mangunsarkoro Semarang, belum lama ini. (suaramerdeka.com/Irawan Aryanto) 

SEMARANG, suaramerdeka.com - Menyusul ketentuan Bank Indonesia (BI) yang melarang perbankan membiayai gadai emas, sejumlah perbankan di Semarang sudah menghentikan produk gadai emas meskipun banyak peminat. Ketentuan tersebut dengan tegas melarang pembiayaan gadai emas yang bertujuan untuk spekulasi.

PT BRI Syariah cabang Semarang misalnya, menghentikan sementara produk gadai emas hingga menunggu izin dari BI. Penghentian itu menyusul keluarnya surat edaran dari BI bahwa bisnis gadai emas dikembalikan ke asalnya. Yakni, hanya untuk masyarakat yang membutuhkan dana.

Menurut Pemimpin BRI Syariah Cabang Semarang Rachmad Subagyo, mulai Januari lalu produk gadai emas dihentikan sesuai peraturan BI. Sebab, akan terkena sanksi tegas bagi yang melanggar. Sejak tahun 2010 lalu, BRI Syariah telah menerima produk gadai emas dari masyarakat.

"Kami sudah menutup layanan gadai emas meskipun banyak peminat," ungkapnya akhir pekan lalu.

Jumlah pencairan dana untuk produk ini di wilayah Semarang telah mencapai Rp 50 Miliar. Penghentian layanan ini, lanjutnya, berlaku hanya untuk nasabah baru. Nasabah lama tetap bisa menikmati, dengan ketentuan, seperti jatuh tempo, pembayaran uang titip, dan penebusan. Namun, BRI Syariah tak lagi melayani perpanjangan kontrak gadai emas. Nasabah harus mencairkan gadai emas yang melampaui nilai ketentuan, dengan melunasi atau mengalihkan ke bank lain memiliki porsi gadai emas yang rendah.

Untuk investasi logam mulia, BRI Syariah masih menerima layanan itu dengan produk Kepemilikan Logam Mulia (KLM). Perbankan tersebut menerima produk milik PT Aneka Tambang maupun lokal mulai 10 gram hingga 12 kilogram. Jangka waktu yang ditentukan yaitu mulai 1-15 tahun. Produk KLM ini mengalami pertumbuhan cukup signifikan. Tercatat, penyaluran pada Juli sampai Desember 2011 lalu mencapai Rp 15 Miliar. Pada Januari tahun ini rata-rata penyaluran KLM per bulannya mencapai Rp 3 Miliar dengan margin keuntungan BRI Syariah sebesar 13-15%. Jumlah nasabah KLM di wilayah Semarang sebanyak 150 nasabah. "Tahun ini kami menargetkan dapat meningkat sampai Rp 20 Miliar," imbuh Rachmad.

Sementara realisasi penyaluran investasi logam mulia di Perum Pegadaian Kanwil XII Jateng terus mengalami peningkatan. Tercatat, realisasi penyaluran produk investasi logam mulia pada tahun 2011 mencapai Rp 17 Miliar. Angka itu melampaui target Rp 16,6 Miliar atau 109% melebihi target dengan rata-rata penyaluran Rp 1,3 Miliar per bulan.

Humas Perum Pegadaian Kanwil XII Jateng Ambardhi mengatakan, emas logam mulia bisa menjadi strategi investasi yang mudah dan terjangkau bagi berbagai kalangan. "Trend harga emas logam mulia yang cenderung naik membuat investasi ini banyak peminat. Logam mulia juga bernilai tinggi, bisa dijual kapan saja, dimana saja,'' terang dia.

( Fista Novianti / CN32 / JBSM )
Untuk berita terbaru, ikuti kami di Twitter [imagetag] twitter dan Facebook [imagetag] Facebook

19 Feb, 2012

co-ademin 19 Feb, 2012


-
Source: http://situs-berita-terkini.blogspot.com/2012/02/perbankan-hentikan-gadai-emas.html
--
Manage subscription | Powered by rssforward.com

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar